Kolaborasi Membangun Peradaban Literasi Demokrasi
KPUTABANAN. Era digitalisasi bagaikan pisau bermata dua, di satu sisi digitalisasi membuat segalanya makin cepat dan efisien satu sisi lainnya memiliki dampak yang berbahaya. Jika tidak cerdas dalam memfilter masyarakat akan sangat mudah terprovokasi termakan isu hoax tidak bisa membedakan antara informasi yang bermanfaat dan sampah yang harus dibuang. Disinilah peran pemerintah dalam hal ini pihak pihak terkait dan berkepentingan untuk meminimalisir dampak negative dari digitalilasi yang makin liar saat ini. Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Tabanan dalam perannya sebagai penyelenggara pemilihan umum, berkewajiban dalam upaya menumbuhkan pendidikan pemilih di masyarakat untuk terwujudnya kehidupan berdemokrasi yang bermartabat dan pemilu yang berkualitas yang pada nantinya menghasilkan pemimpin yang benar benar mewakili rakyatnya. Fokus utama menyasar kalangan generasi muda karena merekalah yang akan menjadi tumpuan masa depan bangsa ini. Cita cita mencerdaskan generasi muda, menciptakan generasi muda yang kritis dan berkarakter serta bertanggung jawab dan mampu memahami informasi pun mulai dirintis. KPU Tabanan berkolaborasi dengan pemerintah daerah kabupaten Tabanan dalam hal ini Dinas Perpustakaan dan Arsip serta dengan organsasi kepemudaan Tabanan ( Komite Nasional Pemuda Indonesia ) bekerja sama dalam program FESTIVAL LITERASI DEMOKRASI Tahun 2026 dengan tujuan “Memperkuat komitmen bersama membangun budaya literasi yang berkelanjutan di kabupaten tabanan dengan harapan terbangunnya kesadaran tentang pentingnya literasi untuk kesejahteraan serta minat baca di kabupaten Tabanan” Literasi bukan hanya tentang membaca dan menulis, literasi adalah kemampuan menyerap dan mengolah informasi sehingga bermanfaat dalam kehidupan termasuk dalam berdemokrasi. Dengan membaca buku informasi dapat tersampaikan secara utuh serta jelas sumber informasinya. Senin, 20 April 2026 dikukuhkan Bunda Literasi ( Ni Ketut Rai Wahyuni Sanjaya, S.H., M.M. ) , Duta Baca Kabupaten ( I Gede Paramartha Daisuke Matzusawa, S.E., M.M.) dan Duta Demokrasi Tabanan ( Yohanes Elsandy Banawas ) oleh Bupati Tabanan yang diwakili oleh Wakil Bupati Tabanan ( I Made Dirga, S.Sos ) di Gedung Kesenian I Ketut Maria Tabanan. Acara ini diikuti oleh ratusan siswa dari jenjang SD, SMP, SMA dan MA di kabupaten Tabanan. Dengan dikukuhkannya juga 376 Duta Demokrasi dan 376 Duta Baca se Kabupaten Tabanan ini diharapkan dapat menjadi motivator dan inspirator untuk meningkatkan minat baca di kabupaten tabanan dan semoga kegiatan ini menjadi motivasi bersama dalam membangun generasi emas Tabanan yang cerdas, berkarakter dan berbudaya dan paham arti demokrasi sejak dini. “Acara pengukuhan hari ini memiliki makna yang lebih dalam dari sekadar seremoni tetapi penegasan arah kita bersama bahwa Tabanan tidak hanya membangun infrastruktur fisik, melainkan juga membangun peradaban melalui literasi pengetahuan dan literasi demokrasi,” sambutan Bupati Tabanan. G/P.