Berita Terkini

PEMERINTAH DAERAH TABANAN MENYANGGUPI PEMENUHAN KEKURANGAN ANGGARAN PILKADA TABANAN TAHUN 2020

KPU Tabanan Rapat prihal Anggaran Pilkada Tahun 2020 telah digelar KPU TABANAN di Cs Bedha pada Jumat (20/12) 2019 ,dengan mengundang Sekda kabupaten Tabanan yang diwakili oleh Asisten III dan  instansi terkait yakni BAKEUDA, BAPEDA dan KESBANGPOL kabupaten Tabanan,dihadiri pula oleh Komisoner KPU Provinsi Bali Divisi Hukum dan Pengawasan selaku Korwil Pilkada di Tabanan. Rapat tersebut membahas kembali kekurangan anggaran Pilkada 2020 yang berkenaan dengan kenaikan Honor Badan Adhoc Pilkada sesuai dengan instruksi Menteri Keuangan No .S.735/MK/02/2018 Tanggal 7 Oktober 2019. Asisten III kabupaten Tabanan ( Agus Hartawiguna ) menanyakan “Apakah kekurangan tersebut bisa masuk pada anggaran induk atau dialokasikan dalam anggaran perubahan ?”  yang kemudian dijelaskan oleh Kepala BAKEUDA Tabanan, dimana kekurangan anggaran tersebut akan dipenuhi setelah menemukan anggaran Final dan dilakukan Addendum NPHD ,dan hal tersebut diperjelas kembali oleh Sekretaris BAPPEDA untuk mengupayakan maximal pada anggaran Induk, jika tidak bisa akan diusahakan pada anggaran perubahan sejumlah kekurangannya. Ketua KPU Tabanan ( Weda Subawa) menerangkan “ Kami di KPU Tabanan akan melakukan efisiensi mengingat RKA kita saat ini adalah batas minimum untuk pelaksanaan Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati secara Ideal .Untuk itu kami akan menyusun ulang kebutuhan sehingga anggaran untuk kenaikan honor badan Adhoc bisa kami penuhi”.  Kemudian ditambahkan lagi oleh Nakula agar jangan sampai Honor Badan Adhoc di Kabupaten Tabanan menjadi lebih kecil atau paling kecil dari 6 ( enam) kabupaten / Kota yang menyelenggarakan Pilkada Serentak di Tahun 2020. Rapat berakhir dengan Kesimpulan bahwa Pemerintah Daerah bersedia memenuhi seluruh kekurangan anggaran Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Tabanan dan akan dilakukan perubahan NPHD serta membuat kesepakatan kembali antara Ketua Tim TAPD dengan Ketua KPU Tabanan terkait perubahan anggaran tersebut.

PERINGATAN HUT KORPRI KE 48 DI KPU TABANAN

KPU Tabanan Upacara Peringatan HUT KORPRI ke 48 di halaman depan Kantor KPU Tabanan , Jumat (29/11)2019.  Diikuti oleh segenap jajaran KPU Tabanan , selaku Pembina Upacara yaitu Komisioner KPU Tabanan (Luh Made Sunadi) dengan Pemimpin Upacara adalah Kasubbag Teknis dan Hupmas ( I Gede Rika Hendrawan ).   KORPRI merupakan wadah bagi Pegawai Republik Indonesia berupaya terus menerus menumbuhkan fungsinya sebagai pemersatu bangsa, netralitas dan mengutamakan kepentingan Bangsa dan Negara diatas kepentingan pribadi atau golongan. Terlebih lagi KPU Tabanan sedang menjalankan tugasnya dalam pelaksanaan Tahapan Pilkada tahun 2020 ."Mari kita jaga netralitas dan semangat melayani kepentingan publik khususnya dalam penyelenggaraan Pemilu di Kabupaten Tabanan", kata Sunadi. Tema HUT Korpri Tahun 2019 ini adalah " KORPRI Berkarya Melayani dan Menyatukan Bangsa " mengandung pesan agar anggota KORPRI tetap bersemangat dalam bekerja melayani kepentingan publik dan mewujudkan fungsinya sebagai perekat persatuan bangsa.  #HUTKORPRI #KPUTabanan 

KPU TABANAN DALAM FGD ( FOCUS GROUP DISSCUSION) MASKOT PILKADA 2020

FGD mengenai Maskot Pilkada 2020 telah digelar pagi tadi ,Rabu (27/11)2019 di ruang rapat kantor KPU Tabanan selain Ketua dan Komisioner KPU Tabanan ,hadir pula para undangan yaitu Kepala Dinas Kebudayaan Kabupaten Tabanan,Ketua Bawaslu Tabanan,Majelis Madya ( Drs . I Wayan Tontra) , Tokoh Seniman Tabanan ( Gusti Putu Samar Gantang ),Seniman Teater ( Arum Gunawan ) dan Tokoh Puri ( I Gusti Made Putra ) . FGD dibuka langsung oleh Ketua KPU Tabanan ( I Gede Putu Weda Subawa ) sembari memberi kata penghantar menuju ke inti pembahasan. Weda menjelaskan tentang Maskot maskot Pilkada yang sudah pernah dibuat oleh KPU Tabanan. Diantaranya KPU Tabanan pernah punya 1.Maskot berupa GLEBEG menggambarkan Tabanan sebagai Lumbung Beras 2.Maskot berupa KAYONAN ( mengandung unsur Asta Brata ) Weda juga melanjutkan inti dari maksud KPU Tabanan mengundang nara sumber hari ini adalah agar bisa menemukan titik temu untuk mewujudkan Maskot Pilkada yang bisa mencerminkan “Pemimpin yang mengayomi masyarakat  tanpa mengabaikan etos Budaya Hindu Bali, karena kita berbicara tentang Pilkada Bali khususnya Tabanan”. “Untuk tahun 2015 KPU Tabanan tidak membuat Maskot karena sedikit terpengaruh dengan Pilkada 2010 dimana banyaknya Persepsi negatip saat itu terhadap Maskot tersebut.Dihubung hubungkan dengan Bupati Terpilih ,dan hal lainnya lagi yang membuat KPU Tabanan memilih untuk tidak membuat Maskot lagi saat itu”, tambah Sunadi . Ketut Sugina ( Komisioner KPU Tabanan ) menambahkan “Kami ingin menciptakan kesan bahwa Pilkada itu milik kita bersama, ingin menjadi hajatan pesta demokrasi yang sebenarnya dengan keterbukaan ,Pilkada Damai tanpa intimidasi dan keributan .Pilkada memilih Pemimpi bersama untuk masyarakat Tabanan. Jadi dalam pembahasan Maskot pagi ini kami berharap mendapat masukan dari Bapak bapak undangan yang hadir saat ini. Intinya : Maskot bisa menggambarkan Seorang Pemimpin bersama ,milik semua masyarakat Tabanan”, usul Sugina Kadis Kebudayaan Tabanan  Memberikan pendapatnya sebagai berikut : Maskot ini akan menjadi produk KPU Tabanan jadi dalam pembuatan maskot ini harus memakai peraturan dan perundang – undangan yang berlaku .Pengertian Maskot,Supanji menyampaikan Maskot adalah Bentuk Orang atau binatang untuk meraih keuntungan dan menyemarakan suatu suasana serta dapat Merefresentasikan kpd masyarakat luas tentang si pembuat Maskot dalam hal ini adalah bisa menjelaskan KPU dari hanya melihat Maskot itu saja.Maskot juga  harus diberikan nama panggilan sesuai bentuk si Maskot. Majelis Madya juga memberikan masukan ,kami terketuk pada figure TUALEN, TUALEN PERANNYA SEBAGAI PENASIHAT,dengan  mengangkat sifat sifat sebagai berikut : -Pemimpin melenyapkan kesengsaraan Dunia -Pemimpin berkewajiban meningkatkan kesejahteraan dan mengentaskan kemiskinan -Hanya dengan kebenaran kita menapi kejayaan ( Satyam Eva Jayate) -Hanya dengan kebenaran kita mencapai Dharma. Generasi Milinial (seniman teater) mengusulkan Maskot Jangan terlalu ribet kurang menarik . Pertama Jika ingin mengambil dari tokoh pewayangan tentunya kita ambil tokoh yang jangan samalah dengan kabupaten lain. Misalnya tokoh Dharmawangsa. Kedua bentuk Kartun  : misal Kartun Kotak Suara karena pemilihnya juga saat ini banyak dari kaum milinial sehingga lebih menarik,tapi tak terlepas juga dari budaya Bali ,Kotak Suara yang dibalut dengan kamen udeng ,jika di Singkat atau diberikan panggilan dia akan bernama TAKSU ( KOTAK SUARA).Kotak mesaput poleng ,saput poleng itu konsep Rua Bhineda bisa membedakan benar dan salah. Intinya jangan ribet ,tafsirannya tidak kemana mana , mudah dikenal dan di cerna.Ketiga ; Catur Maya Sandi  misal Tapak Dara ,Kayonan dengan focus ke 4 ajaran tersebut. Tokoh Puri juga menambahkan “Pilkada intinya dalah Kontes ,harus bisa dideskripsikan dengan maskot . Kontestan harus menarik dan memikat hati para Pemilih. Tokoh pewayangan yang menarik adalah Arjuna .Kontestan yang dikatakan Menarik karena trek record yang bagus dan isi pikiran yang bagus. Gusti Putu Samar Gantang “Maskot yang Lucu misal Ketut Maria yang sedang meanari dalam bentuk siluet indah dan lucu,Jika memilih kotak yang lucu bagus juga yang berbentuk BOMO dan sebaiknya mengandung unsur warna tridatu “, kata Samar Gantang. Ketua Bawaslu Tabanan turut memberikan masukan , “sudah banyak pilihan dan masukan masukan dari peserta FGD,saya tambahkan sedikit saja : Tujuan pembuatan Maskot ,maskot harusnya bisa mencerminkan kombinasi dari penyelenggara.Mengandung tiga komponen yaitu :  penyelenggara Pemilu , Peserta Pemilu , ciri khas Tabanan bisa pula menjadi bagian dari sosialisasi sehingga masyarakat tau akan ada Pilkada di 23 September 2020”, tambah Rumada. DIsimpulkan FGD pagi tadi adalah menerima masukan dan usul dari para Nara Sumber yang memang sudah ahli dalam hal tersebut,kemudian KPU Tabanan akan menampung dan merumuskan semua masukan tersebut hingga nanti akan diputuskan oleh KPU Tabanan yang mana yang akan dipilih ,sebelum Lounching KPU Tabanan akan mengundang kembali peserta FGD pagi ini.

KPU TABANAN BERSOSIALISASI KE PENYULUH BAHASA BALI DAN PENYULUH KB TABANAN

KPU Tabanan menjelajahi dua tempat penyuluhan hari ini ,Selasa ( 26/11) 2019 , Penyuluh Bahasa Bali dan Penyuluh KB Kabupaten Tabanan ,prihal Sosialisasi Pilkada Tahun 2020. Penyuluh Bahasa Bali di datangi oleh Komisioner KPU Tabanan Divisi Hukum dan Pengawasan ( I Wayan Sutama ). Bertempat di Ruang Rapat Lt 3 Kantor Bupati Tabanan dengan jumlah peserta 100 orang ,Sutama di temani oleh Koordinator Penyuluh Bahasa Bali Provinsi Bali yang bertugas di Tabanan. Sosialisasi berlangsung kurang lebih satu jam lengkap dengan Tanya jawab dengan peserta sosialisasi. Berlangsung sangat interaktif , salah satu peserta menanyakan mengenai badan adhoc “Pak kalo saya ingin menjadi badan adhoc apa saya harus mundur dulu dari anggota penyuluh ?”, tanya salah satu peserta. Pemateri menyampaikan bahwa penyuluh tidak perlu mundur dari keanggotaannya sebagai penyuluh asal memenuhi persyaratan sesuai peraturan yang berlaku. Penjelasan itu dapat diterima oleh penanya dengan jelas . Tempat kedua Sosialisasi hari ini dengan Badan Penyuluh KB bertempat di Ruang Rapat Kantor KB Kabupaten Tabanan dengan jumlah peserta 100 orang juga,sebagai pematerinya adalah Komisioner KPU Tabanan Divisi Teknis Penyelenggaraan ( Luh Made Sunadi ) . Sunadi menjelaskan secara detail prihal Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Tabanan Tahun 2020 kepada peserta dan dapat diterima dengan baik dan jelas oleh seluruh peserta sosialisasi yang siang tadi diampingi pula oleh Kepala Dinas KB Kabupaten Tabanan

SOSIALISASI PEMILIHAN BUPATI DAN WAKIL BUPATI TABANAN TAHUN 2020 BAGI KAUM PEREMPUAN

Pilkada Tabanan Tahun 2020 sudah gencar di sosialisasikan oleh KPU Tabanan.KPU Tabanan berharap Informasi dan semua hal tentang Pilkada ini bisa sampai ke berbagai lapisan masyarakat utamanya untuk mereka yang akan menggunakan hak pilih mereka nanti. Salah satu sasarannya adalah kaum perempuan, sebagai sosialisasi awal KPU Tabanan sudah mendatangi Persit Kartika Chandra Kirana Tabanan(seperti yang telah diberitakan sebelumnya),Dharma Wanita dan PKK Tabanan serta Gatriwara Tabanan  untuk diberikan materi mengenai Pilkada Tahun 2020. Melalui kaumnya diharapkan bisa meneruskan informasi tersebut minimal dari lIngkungan keluarga masing masing saja dulu untuk bisa diteruskan ke lingkungan tempat tinggal mereka . KPU Tabanan menitipkan amanahnya kepada Ibu ibu yang hadir saat sosialisasi tersebut. Menjelaskan mengenai tahapan Pilkada,Cara menggunakan hak pilih ,Siapa yang berhak memilih ,Pencalonan, baik itu dari Jalur Partai ataupun Perseorangan itu sudah dijelaskan secara garis besar dan nampaknya mereka sudah memahaminya.KPU Tabanan juga sudah menginformasikan mengenai Perekrutan Badan Adhoc yang dimulai bulan Januari 2020 yang dibuka untuk umum dengan memperhatikan persyaratan yang telah ditentukan.

KPU TABANAN GELAR MEDIA GATHERING DENGAN PEWARTA

KPU Tabanan  Senin ( 25/11) 2019 KPU Tabanan mengundang Ketua dan Anggota Pewarta untuk duduk bersama dalam suasana santai di ruang rapat kantor KPU Tabanan. Pembahasan mengenai Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Tabanan Tahun 2020. Rapat siang tadi dibuka oleh Ketua KPU Kabupaten Tabanan ( I Gede Putu Weda Subawa ) dilanjutnya dengan pemaparan materi mengenai Pilkada Tahun 2020. Komisioner KPU Tabanan juga secara bergantian memberikan materi, mereka membahas materi sesuai dengan Divisi masing masing. Intinya adalah mengenai tahapan Pilkada Tahun 2020 apa yang telah ,sedang dan akan kita laksanakan menjelang Pilkada 2020 nanti. Masalah NPHD yang telah di Tanda Tangan oleh Bupati Tabanan beserta besarannya juga turut dibahas dalam rapat tersebut. “semoga kita bisa tetap menjalin kerja sama yang baik, antara KPU Tabanan dan Pewarta agar tetap terjalin komunikasi dan semua media dapat terakomodir “, kata Doni ( ketua Pewarta Tabanan).